Barbie, Berbahaya Jugakah?

Sudah baca tentang Dongeng Cinderella berbahaya?
Nah bagaimana dengan Barbie?
Apakah Barbie termasuk dongeng yang berbahaya juga?

Sedikit berbeda dengan Cinderella, ternyata Barbie diciptakan menjadi sosok wanita yang berdaya.
Bila Cinderella hanya pasrah menunggu pertolongan ibu peri, tokoh Barbie justru berperan sebagai pejuang.
Dalam banyak karakternya, barbie selalu muncul sebagai pahlawan
Lihat saja dalam Swan Lake Princess, dia mengalahkan penyihir.
Dalam Princess Island dia menyelamatkan binatang, dalam Dancing Princess dia menyelamatkan ayahnya, sewaktu menjadi mermaid dia menyelamatkan pangeran. Begitu pula yang dikisahkan dalam tokoh-tokoh Barbie yang lain. Dalam melakukan tugas kepahlawanannya Barbie digambarkan berusaha sangat keras, bahkan terkadang sampai mengorbankan dirinya sendiri.

Barbie tidak pernah dikisahkan dalam tokoh-tokoh tak berdaya seperti Cinderella, Snow White atau pun Aurora dalam Sleeping Beauty. Tokoh-tokoh ini selalu membutuhkan pangeran atau peri-peri sebagai penyelamatnya.
Tetapi salah satu sisi buruk Barbie, cerita ini pun mempunyai ending yang sama dengan Cinderella, Snow White maupun Aurora.
Sebagian besar cerita Barbie diakhiri dengan pernikahan Barbie dengan Prince Charming. Yang diwujudkan dalam fisik yang sangat sempurna pula. Tampan, gagah, kaya raya, baik hati. Dalam dunia nyata yang seperti itu hanya seper seratus juta orang.

Dalam banyak materi diskusi mahasiswa psikologi dan sosiologi, dampak buruk cerita Barbie terbesar adalah kecenderungan pemujaan pada kesempurnaan fisik.
Tokoh Barbie digambarkan sangat sempurna.
Wajah cantik dengan struktur tulang sempurna, badan langsing dan seksi, rambut pirang indah, serta gaun-gaun spektakuler yang selalu dikenakan bila dia harus tampil sebagai putri.
Pokoknya Barbie itu sangat menawan.

Gadis kecil penggemar Barbie akan cenderung selalu ingin mengikuti style tersebut. Yang dikhawatirkan mereka akan berpikir bahwa kecantikan itu adalah segala-galanya, melebihi perlunya attitude dan budi yang baik. Bisa pula berkembang menjadi narsisme, pecinta keindahan yang memuja diri sendiri.

Sampai sekarang saya belum tahu bagaimana harus bersikap terhadap film-film Barbie tersebut.
Anak saya sendiri yang belum genap enam tahun, bercita-cita menjadi putri dan ingin segera menikah. (gawat bener, itu artinya saya mau dijadikan nenek...hi..)
Saya selalu bilang ," yang penting belajar biar pinter!"

Gawatnya di Episode Barbie tidak ada cerita Barbie sekolah, yang ada semacam home schooling (lihat dancing Princess) Itupun gurunya jahat, jadi Barbie selalu mencari jalan agar tidak belajar.
Tapi--- let it be..... mungkin memang masanya begitu...(pasrah)

Bagaimana dengan anda?

8 comments:

pertamax said...

pertamaxxxxxxxx!!!

Tipis said...

Kalau semua berbahaya, lalu nonton apa dong?

Oon said...

Barbie... barbie itu apa ya?

infogue said...

Artikel anda:

http://kesehatan.infogue.com/
http://kesehatan.infogue.com/barbie_berbahaya_jugakah_

promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!

firta said...

@pertamax: Hai...
@tipis : itulah mas, saya juga bingung.
@oon : Maklum laki-laki, tidak tahu barbie. Itu prototype cewek cantik.
@infogue: Halo, oke nanti saya ikutan.

Narutopedia Express - The Second Generation of Leaf Ninja said...

Exclusive Encyclopedia about everything in naruto anime like character biographies, handseal, jinchuriki, bijuu, akatsuki, hidden village, clan, and other shinobi skills

Narutopedia Express - The Second Generation of Leaf Ninja said...

Exclusive Encyclopedia about everything in naruto anime like character biographies, handseal, jinchuriki, bijuu, akatsuki, hidden village, clan, and other shinobi skills

Narutopedia Express - The Second Generation of Leaf Ninja said...

Exclusive Encyclopedia about everything in naruto anime like character biographies, handseal, jinchuriki, bijuu, akatsuki, hidden village, clan, and other shinobi skills