Aktif Atau Badung?..... Beda Tipis!

Ada kejutan baru.....
Anak saya si Wita yang umurnya baru 2 tahun 8 bulan, hari minggu kemarin bisa naik ke bak belakang mobil pick-up sendiri, tanpa dibantu....
Entah apa yang harus saya lakukan , sepertinya lebih banyak prihatin daripada bangganya.....

Alkisah, minggu sore kemarin saya berkunjung ke rumah ibu.
Sesuatu yang sedikit membuat saraf saya kendur, karena di bawah pengawasan eyangnya saya bisa istirahat dengan ikhlas.
Saya mungkin type ibu yang posesif, pengennya anak saya , saya pegang sendiri atau hanya orang-orang yang saya percaya bisa mengasihi anak saya yang saya perbolehkan mengasuh, meskipun saya sangat capai.
Dan ibu, saya yakin akan menjaga anak saya dengan kasih, dan ketelatenannya melebihi saya.
Jadilah anak-anak jalan-jalan dengan eyangnya dan ibunya tiduran.
Manis kan....

Jalan-jalannya tidak jauh, karena rumah ibu di kampung padat. Pada tikungan di depan rumah kami ada gang buntu yang di ujungnya ada lapangan terbuka. Di situ ada yang memelihara burung parkit dalam sangkar besar serta banyak kucing, kelinci serta ayam. Anak-anak saya suka main di situ.
Sepanjang jalan menuju ruang terbuka itu banyak mobil yang diparkir di tepinya, karena kebanyakan rumahnya sempit dan tidak punya garasi. Salah satunya mobil pick up milik tetangga yang punya usaha.

Yang saya tidak habis pikir, serendah-rendahnya mobil pick-up , tetap jauh melibihi tinggi Si Wita.
Wita lari cepat meninggalkan eyangnya dan dengan cepat memanjat pick up itu. Tentu saja eyangnya sangat panik. Jadi saya tidak bisa membayangkan bagaimana tingkahnya waktu memanjatnya.
Jangan-jangan di adalah missing link-nya Darwin yang lama dicari. Penghubung transformasi antara monyet dan manusia. (jangan bilang saya yang menurunkan gen monyet lho...)

Si Wita itu dalam bahasa kerennya sangat aktif, bahasa buruknya badung. Tingkahnya kadang di luar batas pemikiran. Juga waktu kapan itu waktu saya main ke rumah Oom Hari, di depan rumahnya ada kolam ikan pendek, tingginya cuma sekitar 60 cm dari tanah. Awalnya anak-anak hanya anguk-anguk dari tepi kolam dan tidak ada tanda-tanda lebih lanjut, dia bosan dan main mainan yang lainnya. Kemudian tanpa di duga – tahu-tahu dia sudah berendam di dalamnya, katanya lagi ngejar ikan. Aduuuhh....

Belum lagi tingkahnya yang entah kreatif entah destruktif,
Kalo sudah di rumah ibu dia sangat bahagia karena bebas berbuat semaunya tanpa diomelin. Kalo main masak masakan ya masak yang sesungguhnya. Mereka minta cobek dan uleknya sendiri-sendiri dan semuanya diuleg, mulai bawang, tomat sampai kalau tidak ada benda korban - ya pepaya juga diuleg.
Paling-paling Eyang Iyutnya yang umurnya 91 tahun yang ngomel,
” Ayo, itu mau Iyut buat masak besok, nanti bawangnya habis...”
Dan mereka cuek saja.......
Juga semua alat masak bisa keluar kandang , dan rumah bagian belakang bisa penuh dengan mangkuk plastik, sendok, panci, rantang dan teman-temannya bertebaran di lantai...

Kalo nggak ya main seterika-seterikaan , ya pake yang beneran , ambil kain , entah kaos- entah serbet- entah handuk, disemprot-semprot pakai trika sampai basah kuyup terus diseterika dengan seterika beneran yang tentu gak ditancepin colokannya.

Tapi ada yang bikin saya sebel.
Kalo udah main di kamar eyangnya, dia, Si Wita, selalu menutup kamar itu dan saya tidak boleh masuk. Mencurigakan. ....
Kadang-kadang ya saya tengok... masih aman
Kapan itu kebablasan. Kok tidak terdengar suara sedikitpun. Saya panggil-panggil....
”Adik...... lagi ngapain.....?”
” Belum......”
(belum apa?)
”Ibu masuk ya.....”
” Belum....”
(belum lagi...)
Saya ulang lagi.... jawabannya selalu belum.
Akhirnya saya masuk ke kamar.
Ternyata apa yang terjadi....
Ternyata vitamin ibu saya yang baru saya beli-in dan harganya lumayan mahal tergeletak di selembar kertas. Kapsul itu basah dan bau hair tonic. Hahhhhh.....
Panik!!!
” Obat eyang kok dikasih minyak rambut Oom!!!!!
Cepet-cepet deh saya keringkan kapsul itu. Untung masih bisa diselamatkan . Basah basah saya taruh dekat kipas angin. Untung alkohol di hair tonic itu cepet menguap. Tapi membuat saya mengomel....

Tapi dibilang hiperaktif ya tidak,
Si Wita sangat komunikatif. Ceritanya banyak. Dan kalo diajak ngobrol seperti ngobrol dengan anak besar.... nyambung dan sering ungkapan bahasanya di luar dugaan.
Sekarang ada kalimat manipulatif baru yang lagi sering dia pakai , begini…
” Ibu, adik butuh bantuan...” ato
” Ayah, adik butuh bantuan….”
Biasanya untuk membantu membuka shampoo, mengambilkan crayon atau untuk hal-hal sederhana.
Anak kecil butuh bantuan….

Dan dia tak pernah lupa mengucapkan terima kasih….

Kadang-kadang juga membuat tingkah konyol. Tangannya ditangkupkankan dengan posisi berdoa dan bialng , ” Maafkan aku ya..., maafkan aku ya.....”

Bagaimana orang gak gemes......

8 comments:

Ibnu said...

Lucu sekali, itu pasti nurun bapak ibunya

Kampanye Damai said...

anak seperti itu masuk kategori hiperaktif ngga sih mbak?

infopemula said...

waa, jd inget sama keponakan yg baru lahir ntar bakal aktif atau badung ya..?

ehehehehe...nice post

firta said...

@ infopemula: don't worry, everyone is special

@ kampanye damai: kayaknya si wita lebih cocok dibilang aktif dan tidak hiperaktif. Dia sangat menyukai kontak mata dengan lawan bicaranya, matanya selalu berbinar dan penuh perhatian

@ibnu: kalo lucu pasti nurun ibunya

heaven is so real book said...

wow it is good post.....saya ijin bookmark situs ini....sangat bermanfaat.

Saya juga ingin menyebutkan "langit sangat nyata buku" (heaven is so real book) oleh Choo thomas yang totally berubah hidup saya.

wisata seo sadau said...

klo mnurut Sy yg blm pny anak :-)
Enakan pnya Punya anak aktif/badung dr pd yg pendiam.

Narutopedia Manga Chapter - Full Preview Naruto Series said...

Read Online Manga Naruto complete series along with updated chapters each week and downloaded freely to determine the plot of the exciting

fauzi85 said...

menurut ane tu anak cerdas dan lumayan aktif....hehehe

nice info